Analisis Perekonomian Nasional Sejalan dengan melemahnya perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sedikit melambat dari 5,05% tahun 2023 ke 5,03% tahun 2024 secara full year (Gambar 3). Secara Triwulanan, pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren yang cenderung melambat sepanjang tahun 2024, dengan pertumbuhan pada Triwulan I-2024 sebesar 5,11% yoy, Triwulan II-2024 sebesar 5,05% yoy, Triwulan III-2024 sebesar 4,95% yoy, dan Triwulan IV-2024 sebesar 5,02% yoy. 5,02 (2,07) 3,70 5,31 5,05 5,03 Gambar 3. Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%) 2019 2020 2021 2022 2023 2024E Sumber: Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik, Februari 2025 Meskipun sedikit melambat, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid dan masih berada pada kisaran 5%, dengan pertumbuhan permintaan domestik yang masih robust. Berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan konsumsi rumah tangga/RT tahun 2024 tercatat sebesar 4,94%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 4,82%. Konsumsi RT tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi, didukung oleh inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, daya beli masyarakat, terutama pada segmen menengah ke bawah, masih menghadapi tantangan dan belum pulih sejak resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kondisi inflasi juga mencerminkan dinamika ini. Inflasi headline menurun signifikan dari 2,81% tahun 2023 menjadi 1,57% tahun 2024. Sedangkan inflasi inti turun dari 2,61% menjadi 2,26% pada periode yang sama. Meskipun penurunan inflasi umumnya menguntungkan bagi stabilitas ekonomi, turunnya inflasi inti menjadi indikasi pelemahan daya beli masyarakat, terutama di kelompok menengah ke bawah. Lebih lanjut, rendahnya inflasi memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan BI-Rate guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, keputusan BI dalam menetapkan suku bunga, juga mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah, yang mengalami depresiasi dari rata-rata Rp15.255 per USD tahun 2023 menjadi Rp15.847 per USD tahun 2024. Pada April 2024, BI menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 6,25% untuk meredam tekanan terhadap Rupiah. Namun, seiring dengan berkurangnya tekanan di pasar keuangan, BI kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 bps ke 6,00% pada September 2024 dan mempertahankannya hingga akhir tahun untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar. 194 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Bank
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5