Laporan Tahunan 2024

Analisis Industri Perbankan Di tengah tingginya suku bunga AS dan keyakinan bahwa kondisi ini akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, industri perbankan Indonesia tetap stabil dan tangguh, didorong oleh Rasio Kecukupan Modal (CAR) yang mencapai 26,87% per November 2024, naik 0,09% dibandingkan triwulan sebelumnya (September 2024) dan turun sekitar 0,99% jika dibandingkan dengan November 2023. Hal ini mencerminkan bahwa kebijakan prudensial konservatif BRI sangat efektif dalam menghadapi kondisi global yang masih diwarnai oleh VUCA, yaitu Volatilitas, Ketidakpastian, Kompleksitas, dan Ambiguitas. Selain itu, terjadi pengetatan likuiditas di industri perbankan, yang terlihat dari kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang tercatat sebesar 87,34% pada November 2024, meningkat 2,56% dibandingkan dengan November 2023. Pada November 2024, total aset industri perbankan nasional mencapai Rp12.334 triliun, meningkat 7,93% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Tren serupa juga terlihat pada pinjaman bank umum yang tumbuh 10,79% yoy, mencapai Rp7.717 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan kredit di Indonesia tetap kuat meskipun ada ketidakpastian ekonomi dan politik. Jumlah kredit yang direstrukturisasi akibat Covid-19 terus menurun seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) pada November 2024 sebesar 2,19%, membaik dibandingkan dengan 2,36% pada November 2023. Kualitas kredit saat ini juga masih berada di bawah batas maksimum 5% yang ditetapkan oleh regulator. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 7,54% yoy, mencapai Rp8.835 triliun. Dari segi profitabilitas, industri perbankan nasional mencatatkan peningkatan pada rasio ROA. Pada November 2024, ROA industri perbankan tercatat sebesar 2,69% lebih rendah dibandingkan posisi November 2023, namun lebih baik dibandingkan dengan Desember 2022 yang hanya mencapai 2,43%. Sementara itu, laba bersih pada November 2024 mencapai Rp237.148 miliar, meningkat 7,00% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2023. Tabel 1. Realisasi Indikator Ekonomi Nasional Indikator Triwulan IV-2024 Triwulan III-2024 Triwulan II-2024 Triwulan I-2024 2023 2022 Pertumbuhan Ekonomi (yoy) 5,02% 4,95% 5,05% 5,11% 5,05% 5,31% BI-Rate 6,00% 6,00% 6,25% 6,00% 6,00% 5,50% Inflasi (yoy) 1,57% 1,84% 2,51% 3,05% 2,81% 5,51% Rata-rata Nilai Tukar (Rp/USD) 15.780 15.820 16.174 15.656 15.255 14.871 Pertumbuhan Kredit Nasional (yoy) 10,39% 10,85% 12,36% 12,40% 10,38% 11,35% Pertumbuhan DPK Nasional (yoy) 4,48% 7,04% 8,45% 7,44% 3,73% 9,01% Gross Non-Performing Loan 2,08% 2,21% 2,26% 2,25% 2,19% 2,44% Federal Funds Rate 4,50% 5,00% 5,50% 5,50% 5,50% 4,50% Sumber: Bank Indonesia, CEIC, Bloomberg Tahun 2022-2024 Tabel Kinerja Industri Perbankan Indikator November 2024 2023 November 2023 2022 2021 2020 2019 Aset (Rp miliar) 12.334.712 11.765.838 11.427.957 11.113.321 10.112.304 9.177.89 8.562.974 Dana Pihak Ketiga (Rp miliar) 8.835.901 8.457.929 8.216.207 8.153.590 7.479.463 6.665.390 5.998.648 Kredit (Rp miliar) 7.717.257 7.090.243 6.965.899 6.423.564 5.768.585 5.481.560 5.616.992 Laba Bersih (Rp miliar) 237.148 243.326 221.626 201.187 140.206 104.718 156.487 Capital Adequacy Ratio/CAR (%) 26,87 27,65 27,86 25,66 25,67 23,89 23,40 195 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2024

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5