Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Treasury (Bank Only) Uraian 2024 2023 Pertumbuhan Nominal % (1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3) Pendapatan Bunga (jutaan Rupiah) 17.637.842 16.638.984 998.858 6,00% Security Gain (jutaan Rupiah) 2.154.744 1.882.092 272.652 14,49% Forex Gain (jutaan Rupiah) 1.114.871 428.531 686.340 160,16% Aset Produktif (triliun Rupiah) 429 485 (81) (16,85%) GWM 64 86 (22) (25,58%) Penempatan Pada BI 34 32 2 6,25 Penempatan Pada Bank Lain 19 13 6 48,87% Surat Berharga 295 305 (9) (2,95%) Reverse Repo 17 33 (16) (49,95%) Aktivitas Foreign Exchange (jutaan USD) 80.640 63.212 17.428 27,58% Client Ritel 13.860 14.415 (735) (5,10%) Client Institusi 66.964 48.798 18.166 37,23% Pergerakan pasar keuangan di tahun 2024 yang sangat terpengaruh oleh gejolak ekonomi baik global maupun domestik menjadi tantangan bagi aktivitas Treasury. Peningkatan pendapatan non bunga di tahun 2024 salah satunya didorong oleh penjualan aset Treasury untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pada tahun 2025. Di tahun 2024, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun seri benchmark mencapai titik tertingginya di level 7,25% yang sebelumnya pada Desember 2023 sebesar 7,12%. Hal tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kinerja yang berasal dari aktivitas transaksi surat berharga di tengah pengelolaan portofolio yang tetap memperhatikan aspek manajemen risiko. Sehingga peningkatan penetrasi produk eksisting dan pemasaran produk baru ke nasabah menjadi fokus utama untuk mendorong kinerja pendapatan non bunga sebagai sumber pendapatan Treasury yang berkelanjutan. Peningkatan market share dengan fokus pada client based transaction maupun pengelolaan portofolio yang optimum termasuk manajemen likuiditas berperan menjadi dua pilar utama dalam menunjang kinerja Treasury BRI di 2024. Treasury BRI juga akan terus mengoptimalkan fungsi sebagai market maker di pasar surat berharga domestik mempertimbangkan kapasitas dan potensi yang dimiliki dalam pengelolaan portofolio. Client flow untuk transaksi valuta asing turun sebesar 27,58% yoy dengan peningkatan terbesar tercatat di segmen institusi sebesar 37,23 %. Hal ini sebagai salah satu fundamental yang dipertahankan untuk mendukung strategi di 2024 hingga 2025 dalam positioning BRI pada industri secara keseluruhan. Pengembangan bisnis Treasury di tahun 2024 akan searah dengan salah satu fokus strategi BRI yaitu penguatan kapabilitas retail banking dan optimalisasi kontribusi Entitas Anak. Client based transaction ditopang oleh pengembangan customer driven products sebagai solusi atas kebutuhan nasabah diharapkan dapat menjadi tonggak kinerja Treasury di tahun 2024 di tengah kondisi pasar dan ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, sehingga bisnis Treasury dapat terus meningkatkan kontribusinya secara berkelanjutan terhadap kinerja BRI dalam berbagai kondisi likuiditas, pasar dan ekonomi. Strategi Bisnis Treasury Tahun 2024 Pada 2024 strategi bisnis Treasury berfokus pada beberapa hal antara lain: 1. Pengelolaan aset dan liabilitas yang dinamis dengan mempertimbangkan pengelolaan risiko likuiditas, pasar dan kredit yang terukur, serta memperhatikan pertumbuhan core business bank. Salah satu bentuk pengelolaannya berupa funding plan penerbitan instrumen Non-DPK dan drawdown social loan untuk alternative source of funding menyesuaikan dengan kondisi market dan kebutuhan likuiditas, serta pengelolaan risiko yang terukur. 2. Ecosystem-based marketing sebagai new source of growth dan retensi client group eksisting, serta pemasaran cepat, agresif, dan intensif dalam jangka waktu tertentu untuk grab new client dalam memenuhi kebutuhan transaksi client termasuk hedging. 3. Enhancement layanan bisnis dan eksplorasi produk Treasury yang didukung dengan digitalisasi proses yang sesuai dengan kebutuhan nasabah (customer driven products) dengan pemutakhiran BRIefx, peningkatan kolaborasi dengan bagian terkait atas pengembangan produk dan layanan baru, serta peningkatan kualitas human capital. 239 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2024
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5