2. New Business Model a. Peningkatan peran dan fungsi bank representative untuk dapat melayani kebutuhan layanan keuangan Indonesia-related business di luar negeri. b. Penambahan channel layanan surat berharga untuk nasabah ritel pada aplikasi BRIghts, sinergi dengan PT BRI Danareksa Sekuritas. c. Transaksi penjualan banknotes menggunakan QRIS BRI. 3. Business Process Reengineering a. Bank line approval system, meningkatkan efisiensi proses putusan bank line dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. b. Sertifikasi ISO Manajemen Mutu 9001:2015 untuk jasa kustodian. c. Implementasi ESG pada aktivitas TGS seperti peningkatan Share ESG-based Portfolio di Treasury dan DPLK, penerbitan green bond dan obligasi subordinasi berbasis inklusif serta ESG assessment dalam pengambilan keputusan bisnis. Pertumbuhan bisnis dan kontribusi berkelanjutan yang sejalan dengan mission statement BRI di tahun 2024 yang fokus pada kapabilitas bisnis ritel dan sinergi dengan Entitas Anak menjadi basis dalam penyusunan strategi TGS tahun 2024 sebagai berikut: 1. Customer Driven Products Pengembangan produk dan layanan TGS sesuai kebutuhan nasabah. 2. Customer Base TGS terus meningkatkan penetrasi khususnya di segmen ritel melalui kolaborasi dengan regional office. Peningkatan customer base juga akan tetap dilakukan melalui optimalisasi fungsi UKLN dan bank representative. 3. Product Channel Sinergi dengan Entitas Anak untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah serta cross-selling produk dan layanan TGS. 4. Overseas Channel Peningkatan network BRI di luar negeri melalui penambahan BR. 5. Digitalisasi Peningkatan akses layanan bagi nasabah dan optimalisasi produktivitas produk TGS melalui transformasi digital baik layanan di dalam negeri maupun di unit kerja luar negeri. BISNIS TREASURY Produk dan layanan Treasury menjadi salah satu pilar BRI dalam menjadi one stop financial solution memenuhi kebutuhan nasabah baik segmen individu maupun korporasi. BRI terus melakukan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan nasabah (customer driven products) yang mengacu pada regulasi internal dan eksternal serta mengedepankan prinsip kehatihatian (risk management). Hal tersebut mempertimbangkan tantangan dan kondisi ekonomi selama tahun 2024, sehingga BRI hadir memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan finansial nasabah. Secara umum, keperluan nasabah tersebut di antaranya adalah melakukan transaksi foreign exchange (forex), money market, fixed income, dan transaksi terkait produk derivatif. 1. Foreign Exchange Perdagangan antara satu mata uang dengan mata uang lainnya dengan waktu penyerahan pada suatu tanggal tertentu. Adapun produk foreign exchange meliputi transaksi TOD, TOM, dan Spot. 2. Money Market Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/11/ PBI/2016 tentang Pasar Uang, Pasar Uang adalah bagian dari sistem keuangan yang bersangkutan dengan kegiatan penerbitan dan perdagangan instrumen keuangan atau efek bersifat utang yang berjangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dalam mata uang Rupiah dan valuta asing, yang berperan dalam transmisi kebijakan moneter, pencapaian stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran. 3. Fixed Income Produk investasi dengan tingkat pendapatan tetap dalam bentuk layanan perdagangan surat utang atau obligasi, yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun swasta baik melalui primary market maupun secondary market. 4. Produk Derivatif Transaksi yang didasari oleh suatu kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari nilai instrumen yang mendasari, seperti suku bunga dan nilai tukar, maupun forward, baik yang diikuti dengan pergerakan atau tanpa pergerakan dana atau instrumen, namun tidak termasuk transaksi derivatif kredit. 238 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Bank
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5