Laporan Tahunan 2024

Pada bulan November 2024, total loan outstanding BRI tercatat sebesar Rp1.219 triliun. Pertumbuhan kredit BRI pada periode ini tercatat meningkat sebesar 8,66% (CAGR 20202024), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kredit industri yang sebesar 9,10% (CAGR 2020-2024) dikarenakan BRI mengedepankan penyaluran kredit yang lebih berkualitas. Meskipun NPL BRI pada November 2024 sebesar 3,12% atau lebih tinggi dibandingkan dengan NPL industri yang sebesar 2,19%, namun masih dapat terjaga di bawah batas maksimum NPL yang telah ditentukan oleh regulator. BRI melakukan penilaian risiko kredit berdasarkan kondisi debitur dan melakukan penurunan kualitas kredit untuk pinjaman yang tidak dapat direstrukturisasi meskipun masih memenuhi syarat regulasi restrukturisasi, serta mengakui kredit yang direstrukturisasi dalam kategori lancar. Pada November 2024, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.387 triliun dengan pertumbuhan sebesar 7,48% (CAGR 2020-2024), di atas pertumbuhan DPK industri perbankan yang tumbuh sebesar 7,42% (CAGR 2020-2024). BRI tetap selektif dalam pertumbuhan DPK, dengan fokus pada pertumbuhan CASA, sejalan dengan strategi untuk memperkuat kapabilitas retail banking guna menurunkan Cost of Fund. Likuiditas BRI masih tetap terjaga dengan baik, dengan LDR BRI pada November 2024 sebesar 87,92% walaupun sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan LDR industri yang sebesar 87,34%. Rasio keuangan BRI hingga November 2024 secara umum menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding industri perbankan. Dalam menjalankan operasionalnya, BRI terus berupaya meningkatkan efisiensi dan menjaga produktivitas. Efisiensi yang diterapkan tercermin pada rasio BOPO BRI yang tercatat sebesar 68,34% pada November 2024, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO industri perbankan yang mencapai 79,97%. Pencapaian kinerja yang positif turut mendukung pencapaian laba BRI pada November 2024 sebesar Rp50 triliun atau tumbuh 32,21% (CAGR 2020-2024), melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 24,43% (CAGR 2020-2024). Pertumbuhan laba bersih BRI yang lebih tinggi dibandingkan industri didorong oleh peningkatan pendapatan bunga, efisiensi beban bunga, serta pertumbuhan pendapatan operasional non-bunga yang lebih baik daripada industri. Maka dari itu, ROA dan NIM BRI dapat tumbuh lebih baik dibanding industri yaitu masing-masing sebesar 2,97% dan 6,41%. Tabel Perbandingan Rasio BRI Dibandingkan Industri Perbankan (Bank Only, dalam %) Kinerja Rasio Industri Perbankan (November 2024) BRI (November 2024) Capital Adequacy Ratio (CAR) 26,93% 25,39% Non Performing Loan (NPL) Gross 2,19% 3,12% Net Interest Margin (NIM) 4,69% 6,41% Return on Assets (ROA) 2,73% 2,97% Beban Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) 79,97% 68,34% Loan to Deposits Ratio (LDR) 87,54% 87,92% Sumber: Laporan Keuangan BRI November 2024; Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, November 2024 197 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2024

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5