The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2024 and for the Year Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 270 31. EKUITAS (lanjutan) 31. EQUITY (continued) b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan) b. Additional Paid-in Capital (continued) Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut (lanjutan): The details of additional paid-in capital are as follows (continued): Kehilangan pengendalian atas entitas anak (BRIS) Loss of control over the subsidiary (BRIS) Pada tanggal 12 Oktober 2020, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA) atau Perjanjian Penggabungan Bersyarat dalam rangka penggabungan usaha BSM, BRIS dan BNIS (Bank Peserta Penggabungan). On October 12, 2020, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) and PT Bank BNI Syariah (BNIS) have signed a Conditional Merger Agreement (CMA) for the purpose of merging BSM, BRIS and BNIS (Merger Participating Banks). Berdasarkan CMA, setelah tanggal efektif penggabungan, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) akan menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity dan seluruh pemegang saham PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan menjadi pemegang saham dari entitas yang menerima penggabungan berdasarkan rasio penggabungan. Based on the CMA, after the effective date of the merger, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) will become the surviving entity and all shareholders of PT Bank BNI Syariah (BNIS) and PT Bank Syariah Mandiri (BSM) will become shareholders of the entity that accept the merger based on the combined ratio. Berdasarkan rasio penggabungan kepemilikan BRI atas BSI adalah sebesar 17,29% atau sebanyak 7.092.761.655 lembar saham senilai Rp3.546.381. Based on the combined ratio of BRI's ownership of BSI, it is 17.29% or 7,092,761,655 shares worth Rp3,546,381. Sejak tanggal 1 Februari 2021 BRI telah kehilangan pengendalian atas BRIS yang mengakibatkan BRI harus menghentikan pengakuannya terhadap aset neto BRIS pada nilai tercatatnya sebesar Rp909.707 dan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali terdahulu kepada BRIS ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan non pengendali) senilai Rp1.452.824. Setelah itu BRI mengakui investasi pada BSI sesuai dengan rasio penggabungan dimana selisih antara aset neto BRIS dengan investasi BSI dicatat sebagai tambahan modal disetor sebesar Rp565.209. Since February 1, 2021, BRI has lost control of BRIS which has resulted in BRI having to derecognize BRIS' net assets at their carrying amount of Rp909,707 and the carrying amount of any former non-controlling interest in BRIS when control is lost (including any components of other comprehensive income attributable to non-controlling interests) amounting to Rp1,452,824. After that BRI recognized investment in BSI in accordance with the combined ratio where the difference between BRIS's net assets and BSI's investment was recorded as additional paid-in capital of Rp565,209. Transaksi penggabungan ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) dari BRI, BNI, Mandiri, BSM, BRIS dan BNIS adalah Pemerintah Republik Indonesia. This merger transaction is a business combination transaction of entities under common control in which the ultimate shareholder of BRI, BNI, Mandiri, BSM, BRIS and BNIS is the Government of the Republic of Indonesia.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5