2023 2024 0 2.000.000 8.000.000. 6.000.000. 4.000.000. 16.000.000. 14.000.000. 12.000.000. 10.000.000. 11.490.099 14.875.504 Grafik Jumlah Transaksi Cross Border Payment Business 29,46% yoy Cross border payment business tumbuh sebesar 29,46% dibandingkan tahun 2023 dengan jumlah transaksi mencapai 14,88 juta transaksi. Pencapaian cross border payment business tersebut didukung oleh pertumbuhan transaksi perdagangan internasional dan jaringan kerja sama dengan partner yang berasal dari seluruh dunia dengan transaksi terbesar berasal dari Diaspora Indonesia di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan, Hong-Kong, Korea Selatan, Jepang, UAE, dan Saudi Arabia. Strategi International Business Tahun 2024 Uraian strategi International Business Tahun 2024 dijabarkan sebagai berikut: 1. Cross Border Payment Business Strategy Berkomitmen untuk memberikan pelayanan transaksi inbound dan outbound cross border payment business melalui: a. Integrasi jaringan sistem dari perusahaan-perusahaan global Money Transfer Operator (MTO) untuk memperluas peningkatan layanan. b. Perluasan channel layanan outward/transfer internasional melalui platform aplikasi digital SuperApps untuk memperluas penetrasi pasar segmen ritel. c. Bank Representative (BR) sebagai katalis bagi Indonesian related business untuk menggunakan jasa atau layanan BRI. 2. Banknotes Business Strategy a. Digitalisasi Transaksi Money Changer Dalam rangka mendukung program cashless dari Pemerintah, BRI memfasilitasi pembelian banknotes di gerai money changer/unit kerja BRI dapat menggunakan QRIS sehingga nasabah tidak perlu menyiapkan uang rupiah secara tunai dalam transaksi pembelian banknotes. b. BRI SAR Provider Melakukan akuisisi travel haji dan umroh untuk memperluas pasar ritel banknotes ke calon jamaah yang membutuhkan banknotes SAR dengan pecahan kecil dalam rangka menuju BRI SAR Provider serta untuk dapat mengakomodir kebutuhan nasabah dengan produk dan layanan BRI lainnya. 3. Correspondent Banking Business Strategy a. Peningkatan transaksi correspondent banking business melalui onboarding bank koresponden serta bank koresponden eksisting dengan tetap memperhatikan pengelolaan portofolio konsentrasi produk dan tingkat risiko. b. Melakukan pengukuran risiko dalam setiap aktivitas correspondent banking business dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, tingkat kesehatan bank, rating bank serta fluktuasi suku bunga acuan guna mengoptimalkan revenue bagi BRI. c. Peningkatan kapasitas RM correspondent banking melalui kerja sama dengan BRI Corporate University dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan dan sertifikasi product specialist. 4. Overseas Channel Management and Development Strategy a. Berperan sebagai business intermediaries BRI Kantor Pusat, BRI Group dan unit kerja luar negeri lainnya. b. Meningkatkan transaksi international business and treasury business serta menjadikan BRI New York Agency sebagai USD clearing service provider di wilayah South East Asia. c. Menjadikan BRI Singapore Branch sebagai Financial and Trade Hub in South East Asia dengan meningkatkan layanan trade finance, corporate lending/syndication dan treasury products. d. Melakukan digitalisasi layanan perbankan untuk meningkatkan transaksi nasabah dalam mendukung terwujudnya BRI Taipei Branch sebagai payment gateway for East Asia Market. e. Memperkuat bisnis BRI Timor Leste dengan melakukan diversifikasi segmentasi bisnis dan melakukan penambahan temporary outlet untuk mengoptimalkan bisnis. 244 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Bank
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5